Rabu, 26 September 2012

Tugas Tabel 1.2 dan Gambar 1.1


Fungsi Umum Teori Belajar :



FUNGSI
CONTOH
Sebagai kerangka riset.
Saya teringat sewaktu masih duduk di bangku SD. Mulai dari kelas 1, setiap nilai rapor semester yang saya dapatkan akan dikalikan dengan sejumlah uang yang nantinya akan langsung dimasukkan ke tabungan. Prinsip pemberian reinforcement ini memberikan saya semangat belajar tetapi bukan semata-mata hanya karena untuk mendapatkan uang tersebut. Berkat pengumpulan tabungan semasa sekolah, saya dapat membeli sebuah Piano Clavinova.
Memberikan kerangka organisasi untuk item – item informasi.
Membuat singkatan – singkatan tabel rumus kimia yang menarik untuk mudah diingat. Entah itu menjadi sebuah nama kota, tempat favorit atau bahkan nama sang gebetan pada masa-masa puber di SMA dulu (semoga yang bersangkutan tidak membaca postingan ini… Amin..).
Mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks.
“Ma, santa clause itu datangnya darimana ya? Kok bisa ngasi kado buat anak-anak di malam natal?” suatu kali saya menemukan sebuah kado yang cantik di bawah tempat tidur dan isinya adalah baju yang saya ingini saat itu. Mama bilang itu adalah hadiah dari santa clause. Semakin besar, saya semakin tahu bahwa santa claus itu sebenarnya hanya dongen dari luar negeri (bukan Indonesia pastinya hahaha) yang masuk ke dalam rumah melalui cerobong asap, naik kereta rusa dan memberikan kejutan hadiah kepada anak-anak yang baik dan pintar.
Mereorganisasi pengalaman sebelumnya.
Kata orangtua saya, sewaktu masih TK saya selalu bisa mengikuti anak-anak yang tampil di siaran TV. Lenggak-lenggok, cara bernyanyi, bahwa bernyanyi itu harus senyum dan menghadap kepada penonton dan yang pasti tidak pernah fals dalam bernyanyi. Yaa.. dari sinilah awal bakat bermusik dan bernyanyi saya muncul dimana mama dan papa langsung memasukkan saya ke les musik.
Bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa.
Setiap hari sejak saya kecil (dari mulai awal bisa mengunyah sepertinya.. :D ) papa selalu membawakan makanan dari pesawat. Biasa.. kalau sudah pesawat terakhir, ada saja makanan yang dibawa misalnya sosis, eskrim, mie goreng, omelet, dll dan semuanya saya suka. Jadi setiap papa pulang kerja, saya langsung membuka pintu mobil, mengambil makanan dan melahapnya sampai habis.



Penjelasan Gambar 1.1

¦ Perspektif Behavioris
Prinsip behavioris yang berkaitan dengan adanya arti penting dari sebuah penguatan (reinforcement) dalam proses belajar. dalam hal ini, perilaku belajar yang baik menghasilkan nilai yang bagus akan diberi reinforcement berupa tabungan (Fungsi Umum I). Merasa senang setiap kali papa pulang bekerja membawakan makanan yang saya suka, merupakan contoh dari classical conditioning dimana adanya Unconditional Stimulus yang mirip dengan Conditional Stimulus menghasilkan Conditional Response.

¦ Perspektif Kognitif
Persepektif Kognitif terdapat pada Teori Gestalt, Pemrosesan Informasi dan Model motivasional. Saya termotivasi untuk membuat singkatan – singkatan menarik dari rumus kimia agar mudah diingat dan alhasil memudahkan saya setiap kali ujian.

¦ Perspektif Interaksionis
Teori kognitif sosial Bandura dalam hal modelling dianggap sebagai peniruan langsung atas perilaku yang diamati dan menjelaskan fenomena lain yang tertunda. Mengikuti penampilan anak – anak bernyanyi di TV dengan selalu baik dan tidak fals membuat orangtua saya menyadari  bahwa saya berbakat dalam bidang musik.

¦ Teori Perkembangan Interaksionis
Teori kultural-historis Vygotsky mengemukakan tentang hubungan antara kultur dan perkembangan individual, bentuk memori dalam sejarah masyarakat dan individu yang mengeneralisasikan informasi secara berbeda. Kultur yang berbeda menunjukkan jenis pertumbuhan kognitif yang berbeda pula. Dongeng menjadi salah satu budaya bagi sebuah negara. Sewaktu kecil, saya mengeneralisasikan santa clause adalah seseorang yang datang setiap malam natal dengan kereta rusa dan turun dari cerobong asap. Hal ini tidak mungkin tirade di Indonesia yang pada kenyataannya tidak memiliki musim dingin dan rumah yang bercerobong asap.

Minggu, 16 September 2012

My Psychestra Harmony Family ♥

I was really never thought previously to be part of this family: ')
Formed in March 2012 from 4 different forces.

special thanks for aa Ipul , invited directly from Bandung (ziiiihiiy..) to teach us to play angklung well and do not forget to give some of the song arrangements .
simple but .. now? wow! the result was all the more interested to join this family.



Every journey doesn't always good ~
love ♥
smile :)
laugh :D
even tears :'(
I got all of these here , as a life lessons..


both of these God's creature ..
Tengku Rizky , Chyntia Marilyn
I really consider them as brother and sister .



Hasil Diskusi Analisis Kelompok


Nama anggota kelompok :

Sarah Situmorang

Berdasarkan teori Vygotsky, pengalaman-pengalaman yang kelompok kami alami sesuai dengan teori pembelajaran vygotsky dimana ia mengatakan bahwa proses belajar terjadi pada dua tahap: tahap pertama terjadi pada saat berkolaborasi dengan orang lain, dan tahap berikutnya dilakukan secara individual yang di dalamnya terjadi proses internalisasi. Nah seperti pengalaman yang kami alami dimana masing-masing bisa lebih memahami pelajaran-pelajaran sekolah setelah mengikuti bimbel yang kemudian dibantu oleh tentor-tentor untuk mengerjakan hal-hal yang kami rasa sulit dan tentunya mereka membantu kami memahami pelajaran-pelajaran sekolah dengan cara yang lebih mudah pastinya. Kemudian setelah kami memahami dan mengerti apa yang dijelaskan oleh tentor tersebut selanjutnya kami mulai bisa mengerjakan sendiri pelajaran-pelajaran yang tadinya kami anggap sulit dan kedepannya kami pun mampu untuk mengerjakan soal-soal yang tingkat kerumitannya lebih. Nah itulah proses belajar yang dimaksudkan oleh vygotsky pada tahap pertama ini. Kemudian tahap berikutnya yaitu proses internalisasi yang merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang hidup kita, mulai dari lahir sampai akhir hayat kita. Sepanjang hayatnya seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat, nafsu dan emosi yang membentuk kepribadiannya. Apapun yang terjadi dalam hidup kita itu merupakan proses belajar.

Namun pada intinya pembahasan mengenai pengalaman kelompok kami adalah proses belajar dimana pengalaman tersebut menjadikan kami sedikit demi sedikit memperoleh kecakapan intelektual melalui interaksi dengan orang yang lebih ahli, ataupun orang dewasa. Dimana bantuan atau support yang diberikan, dimaksudkan agar kami nantinya dapat menghadapi tingkat kesulitan masalah yang lebih tinggi pada tingkat kognitif masing-masing.

pengalaman pribadi dan analisis kasus (pert.2)

Pengalaman ketika mengikuti Bimbingan Belajar pada masa SMA.
Umumnya, Bimbel merupakan tempat pembelajaran kedua terpenting setelah sekolah formal di pagi hari. Bagiku secara pribadi, Bimbel sangat membantu dalam proses belaajr sehari-hari. yaa.. tau sendiri kan terkadang di sekolah itu guru menerangkan dan berkesan lepas tangan. Mau siswanya mengerti atau tidak, dapat menerima atau tidak sepertinya kurang diperhatikan.
Nah kalau di Bimbel, apa yang kurang dimengerti dan dicerna dapat langsung ditanyakan secara tatap muka sama abang dan kakak tentor yang bisa kita pilih sendiri tentunya (mana yang cakep atau cantik. hehehe). Sistem pembelajaran di Bimbel juga berkesan lebih mempermudah, membuat rumus-rumus yang seabrek itu become so simple dari yang kita dapat di sekolah.
Hal yang paling menarik adalah dapat berdiskusi dengan sesama teman tentang topik-topik sulit, bersama-sama mengerjakan soal, pusing sama-sama dan bahagia pula sama-sama ketika berhasil menemukan jawaban dari soal-soal yang mungkin hanya segelintir orang yang mampu mengerjakannya.

Analisis berdasarkan Teori Vygotsky (ZPD - Zone of Proximal Development)
Dikatakan bahwa jika siswa masuk dalam ZPD, ketika tidak dapat menyelesaikan masalah sendiri, pada akhirnya dapat menyelesaikannya setelah mendapat bantuan dari orang yang lebih dewasa atau temannya yang lain. Bantuan atau support yang diberikan dimaksudkan agar siswa tersebut nantinya dapat menghadapi tingkat kesulitan masalah yang lebih tinggi pada tingkat kognitifnya.
Ya, dari sini dapat disimpulkan bahwa sebagai seorang siswa, aku merasa berada dalam zona ini. Mencari pemecahan soal-soal dari abang dan kakak tentor dan berbagi dengan teman-teman yang lain. Sehingga untuk di masa mendatang, mampu menghadapi tingkat soal dan rumus-rumus eksakta yang lebih tinggi.. 

Selasa, 11 September 2012

Teori Konstruktivisme Vygotsky


Vygostsky adalah seorang sarjana Hukum, tamat dari Universitas Moskow pada tahun 1917, kemudia beliau melanjutkan studi dalam bidang filsafat, psikologi, dan sastra pada fakultas Psikologi Universitas Moskow dan menyelesaikan studinya pada tahun 1925 dengan judul disertasi “The Psychology of Art”. Dengan latar belakang ilmu yang demikian banyak memberikan inspirasi pada pengembangan teknologi pembelajaran, bahasa, psikologi pendidikan, dan berbagai teori pembelajaran.


Berkaitan dengan pembelajaran, Vygotsky mengemukakan empat prinsip seperti yang dikutip oleh (Slavin, 2000: 256) yaitu:

(1) pembelajaran sosial (social leaning)
Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap.

(2) ZPD (zone of proximal development)
Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri, tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya. Bantuan atau support dimaksud agar si anak mampu untuk mengerjakan tugas-tugas atau soal-soal yang lebih tinggi tingkat kerumitannya dari pada tingkat perkembangan kognitif si anak.

(3) Masa Magang Kognitif (cognitif apprenticeship)
Suatu proses yang menjadikan siswa sedikit demi sedikit memperoleh kecakapan intelektual melalui interaksi dengan orang yang lebih ahli, orang dewasa, atau teman yang lebih pandai.


(4) Pembelajaran Termediasi (mediated learning).
Vygostky menekankan pada scaffolding. Siswa diberi masalah yang kompleks, sulit, dan realistik, dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkan masalah siswa.


Yang terpenting dalam teori konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran, siswa yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka, bukan pembelajar atau orang lain. Mereka yang harus bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. Penekanan belajar siswa secara aktif ini perlu dikembangkan.


Kreativitas dan keaktifan siswa akan membantu mereka untuk berdiri sendiri dalam kehidupan kognitif siswa sehingga belajar lebih diarahkan pada experimental learning yaitu merupakan adaptasi kemanusiaan berdasarkan pengalaman konkrit di laboratorium, diskusi dengan teman sekelas, yang kemudian dikontemplasikan dan dijadikan ide dan pengembangan konsep baru.


Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik, yaitu:
(1) mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam konteks yang relevan.
(2) mengutamakan proses,
(3) menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman sosial,
(4) pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman

Aspek-Aspek Pembelajaran Konstruktivistik
a. Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.

B. Akomodasi
Akomodasi terjadi untuk membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu.


Teori Vygotsky juga beranggapan bahwa pembelajaran terjadi apabila anak-anak bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya (zone of proximal development), yaitu perkembangan kemampuan siswa sedikit di atas kemampuan yang sudah dimilikinya. Vygotsky menjelaskan bahwa proses belajar terjadi pada dua tahap: tahap pertama terjadi pada saat berkolaborasi dengan orang lain, dan tahap berikutnya dilakukan secara individual yang di dalamnya terjadi proses internalisasi. Selama proses interaksi terjadi, baik antara guru-siswa maupun antar siswa, kemampuan seperti saling menghargai, menguji kebenaran pernyataan pihak lain, bernegosiasi, dan saling mengadopsi pendapat dapat berkembang.



Anggota kelompok :
Sarah Situmorang 09-078
Elienz Tarigan 10-028
Santri Tarigan 10-012


how I really love this place


S a b a n g,  W e h   I s l a n d


setelah sekian lama :D

astagaaa *tepok jidat*
terkejut batin liat postingan terakhir tahun 2010 .
alright.. alright..
let's start it again :)