Rabu, 19 Desember 2012

Tugas Individu Psi.Belajar "Penyempurnaan UAS"


Studi Banding Fakultas Psikologi USU (19 - 26 November 2012)


Glitter Text @ Glitterfy.com
WE ARE ONE, YES !
* prok prok prok *

 
Sebuah perjalanan yang luar biasa telah menggores sejarah dalam kehidupan saya..
Berikut cuplikan pengalaman yang saya rasakan selama 7 hari ini dan beberapa momment yang diabadikan dalam bentuk foto.

And the story’s begin..

Day #1 – Senin, 19 Nov 2012
Matahari belum terbit, wajah-wajah segar para peserta studi banding sudah tampak berkumpul di depan Dunkin Donuts Polonia. Siap dengan jaket ungu berlukiskan logo studi banding di bagian belakang dan lambang psikologi USU di bagian depan. Setelah beberapa menit menunggu para peserta yang belum hadir, telah tiba waktunya untuk masuk dan check in serta memasuki waiting room yang begitu nyaman (terima kasih untuk panitia atas fasilitasnya) sehingga jadwal keberangkatan yang tertunda pun tidak terasa. Waktunya boarding dan seluruh peserta masuk ke dalam pesawat berlogo hijau itu. Bagi saya pribadi, baru kali ini terbang dengan maskapai penerbangan yang berbeda dari biasanya. Deg-deg-an? Takut? Merasa aneh? Semuanya itu seketika sirna ketika menyadari bahwa saya sedang berada dalam satu pesawat yang sama dengan Tim Studi Banding Fakultas Psikologi USU . wow !

Day #2 – Selasa, 20 Nov 2012
Hari kedua dari rangkaian kegiatan di Unpad dimana Psycho Six, sebuatan untuk tim suara yang kami buat sendiri, tampil membawakan medley lagu-lagu daerah Sumatera Utara. Latihan yang sudah dilaksanakan beberapa bulan, membuahkan hasil yang luar biasa. Puji Tuhan.. Psycho Six berhasil meng-entertain teman-teman Unpad dan mengenalkan salah satu budaya yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Meskipun beberapa menit sebelum tampil, ternyata ”soulmate si Cace”, istilah dari teman-teman yang lain, belum tersedia. Keyboard akhirnya bisa didapatkan dan siap beraksi.
Jika dihubungkan dengan Teori Albert Bandura dalam salah satu Sumber Keyakinan Kecapakan yaitu Persuasi Verbal. Seseorang cenderung menginterpretasikan ketegangan sebagai indikator dari kerawanan untuk menghasilkan kinerja buruk. Berada dalam ketegangan saat mengetahui bahwa belum tersedianya keyboard, menyebabkan saya langsung membayangkan kemungkinan terburuk dimana kami akan membawakan lagu-lagu tersebut tanpa iringan musik (mungkin hanya diiringi biola saja). Namun tendensi ketegangan tersebut dapat direduksi ketika teman-teman Unpad mengatakan bahwa keyboard sebenarnya telah disediakan, hanya tinggal diambil dari tempatnya saja.

Day #3 – Rabu, 21 Nov 2012
Yes ! Waktunya senang – senang…….
Dengan berbekal sarapan sehelai roti selai stroberi dan secangkir teh manis panas, siap berangkat menuju Tangkuban Perahu dan Trans Studio. Meskipun telah beberapa kali berkunjung ke Tangkuban Perahu, namun kali ini pasti berbeda rasanya karena pergi bersama teman-teman peserta Studi Banding. Setelah menikmati pemandangan gunung berapi tersebut, kami menuju Indoor Theme Park terbesar se-Asia Tenggara, apalagi kalau bukan Trans Studio. Puas setengah hari menikmati suasana dan berbagai wahana menarik di dalamnya, ya.. walaupun kebanyakan saya lebih banyak berperan sebagai “tempat penitipan barang” bagi teman-teman yang antusias mencoba berbagai wahana ekstrim. Maklum.. nyali sedikit ciut.
Jika dilihat berdasarkan Teori Skinner dalam salah satu dari faktor yang memengaruhi kontingensi penguatan yaitu sejarah di masa lalu, nyali saya seketika ciut ketika mendengar beberapa pengalaman dari teman-teman studi banding yang lain yang sudah pernah mencoba wahana-wahana esktrim. Pusing, muntah, jantung rasanya mau copot, rasanya tidak bernafas selama menikmati wahana tersebut. Tentu saja saya tidak berani untuk mendapatkan sensasi yang seperti itu.

Day #4 – Kamis, 22 Nov 2012
Hari ini bersiap untuk meninggalkan Bandung Lautan Api menuju kota metropolitan. Setelah meletakkan sebagian barang bawaan di penginapan Taman Mini, langsung bergerak menuju UI. Hari ini juga Psycho Six akan tampil di Psycho Camp, sebuah acara penggalangan dana untuk camping yang diadakan per tahun. Berbeda dari penampilan di Unpad, kali ini suasana lebih berkesan santai dan kekeluargaan. Puji Tuhan, Psycho Six dapat tampil baik menghibur teman-teman Psikologi UI. Mereka juga excited untuk bersama-sama bernyanyi lagu-lagu yang kami bawakan.

Day #5 – Jumat, 23 Nov 2012
Memasuki “Psycholib-nya UI”, beruntung mendapatkan buku Psikologi Musik dan beberapa hari yang lalu, copy-annya telah berada di tangan saya. Semoga dapat dimanfaatkan untuk seminar nantinya. Jika dihubungkan dengan salah satu tinjauan atas lima variasi belajar dari Robert Gagne yaitu sikap, saya mengambil tindakan positif terhadap objek yang dapat menunjang suatu peristiwa dimasa yang akan datang. Mengambil sikap untuk memilih salah satu buku di Perpustakaan tersebut, meminta bapak penjaga perpustakaan untuk meng-copy  buku tersebut dan dikirimkan ke alamat yang telah saya berikan.
Siang hari dalam keadaan lapar dan haus, duduk dan menikmati makanan minuman yang ada di “KanCil” (Kantin Cikologi) sebutan dari teman-teman Psikologi UI. Murah, meriah, nikmat dan segar. Pas di kantong, pas di perut, rasanya sangat berbeda dari kantin Psikologi USU baik harga maupun kuantitas. Acara penutupan di UI bagi saya kurang berkesan karena pada saat itu Depok diterpa hujan deras, sampai-sampai tim basket tidak dapat bertanding karena lapangan outdoor. Sebelum kembali ke penginapan, di tengah suasana gerimis, para peserta studi banding sebagian memencar ke Barel (tempat penjualan barang/souvenir serba UI) dan sebagian lagi ke Perpustakaan Umum UI. Saya sendiri berkesempatan untuk bertemu teman lama, Lanni, Artha dan Juli, yang sudah lama tidak bertemu sejak lulus SMA. Waktu yang cukup singkat melepas rindu.

Day #6 – Sabtu, 24 Nov 2012
Sejak tadi malam, saya menginap di tempat Tante dan seharian menikmati family quality time dan malamnya pulang ke penginapan Taman Mini bersama Holy dan Reppo yang sebelumnya sepakat untuk bertemu di suatu titik. Sesampainya di penginapan, makan bersama seluruh peserta beserta pendamping studi banding. Setelah mengisi perut, packing pun dimulai dan berakhir setelah 1 jam. Tidak terlalu lama dibandingkan 2 orang teman sekamar saya yang lainnya, Mira dan Liandra, yang masih asik bongkar pasang barang-barang bawaan mereka.

Day #7 – Minggu, 25 Nov 2012
It’s time to go home :)
“dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu. Kar’na separuh aku.. Psyche United !” (Noah-Separuh Aku)
Senandung dan lirik lagu inilah yang akan terus menjadi long term memory bagi saya.



Seminggu yang betul-betul berkesan dan tidak akan pernah terhilang dari ingatan seumur hidup. Semua perasaan ada dan campur aduk, bersatu membentuk suatu memori dari hal yang terkecil sekalipun. Bersyukur buat kesehatan, kesatuan hati panitia, para pendamping dan terutama seluruh peserta studi banding. Kesempatan dan rentetan pengalaman yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menjadi salah satu peserta kategori “paling tua” di dalam tim in menjadikan perjalanan seminggu in sebagai bentuk keterikatan batin yang kuat dengan semua peserta yang memang sebagian besar adalah junior di kampus.

Secara keseluruhan begitu menikmati setiap kegiatan, lokasi-lokasi yang didatangi, berkenalan dengan teman-teman baru seperjuangan di pulau seberang.
Bangga dan sukacita memiliki teman se-Tim seperti Holy, Reppo, Jere, dek Artha, dek Bibah. Kalian selalu di hati. Untuk tim suara sendiri, jujur awalnya merasa sedikit gugup untuk tampil di depan Dekan, Dosen baik dari USU maupun Unpad, membawa lagu-lagu daerah sebagai salah satu identitas Sumatera Utara di depan teman-teman Unpad dan UI yang jelas terlihat bahwa perform mereka pun tidak kalah menarik.

Meskipun beberapa peserta studi banding menurun kesehatannya, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya sudah pulih kembali. Mungkin karena kena hawa cetar membahananya Unpad dan UI kali yaa.. hahaha.
Bukan hanya rentetan pengalaman, berbagai pelajaran aku terima secara cuma-cuma, hal-hal baru “out of the box” dari yang selama ini dijumpai di kampus Psikologi USU.
Harapannya, Psikologi USU sebagai salah satu fakultas Psikologi unggulan di Indonesia, tetap dapat melaksanakan studi banding di masa-masa yang akand atang agar kita juga tetap dapat berbagi informasi tentang fakultas Psikologi lainnya diluar daerah.

SATUKAN HATI UNTUK PSIKOLOGI USU !

Tugas Akhir Semester Psikologi Belajar

Studi Banding Fakultas Psikologi USU (19 - 26 November 2012)


Glitter Text @ Glitterfy.com
WE ARE ONE, YES !
* prok prok prok *

 



Sebuah perjalanan yang luar biasa telah menggores sejarah dalam kehidupan saya..
Berikut cuplikan pengalaman yang saya rasakan selama 7 hari ini dan beberapa momment yang diabadikan dalam bentuk foto.

And the story’s begin..

Day #1 – Senin, 19 Nov 2012
Matahari belum terbit, wajah-wajah segar para peserta studi banding sudah tampak berkumpul di depan Dunkin Donuts Polonia. Siap dengan jaket ungu berlukiskan logo studi banding di bagian belakang dan lambang psikologi USU di bagian depan. Setelah beberapa menit menunggu para peserta yang belum hadir, telah tiba waktunya untuk masuk dan check in serta memasuki waiting room yang begitu nyaman (terima kasih untuk panitia atas fasilitasnya) sehingga jadwal keberangkatan yang tertunda pun tidak terasa. Waktunya boarding dan seluruh peserta masuk ke dalam pesawat berlogo hijau itu. Bagi saya pribadi, baru kali ini terbang dengan maskapai penerbangan yang berbeda dari biasanya. Deg-deg-an? Takut? Merasa aneh? Semuanya itu seketika sirna ketika menyadari bahwa saya sedang berada dalam satu pesawat yang sama dengan Tim Studi Banding Fakultas Psikologi USU . wow !

Day #2 – Selasa, 20 Nov 2012
Hari kedua dari rangkaian kegiatan di Unpad dimana Psycho Six, sebuatan untuk tim suara yang kami buat sendiri, tampil membawakan medley lagu-lagu daerah Sumatera Utara. Latihan yang sudah dilaksanakan beberapa bulan, membuahkan hasil yang luar biasa. Puji Tuhan.. Psycho Six berhasil meng-entertain teman-teman Unpad dan mengenalkan salah satu budaya yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Meskipun beberapa menit sebelum tampil, ternyata ”soulmate si Cace”, istilah dari teman-teman yang lain, belum tersedia. Keyboard akhirnya bisa didapatkan dan siap beraksi.


Day #3 – Rabu, 21 Nov 2012
Yes ! Waktunya senang – senang…….
Dengan berbekal sarapan sehelai roti selai stroberi dan secangkir teh manis panas, siap berangkat menuju Tangkuban Perahu dan Trans Studio. Meskipun telah beberapa kali berkunjung ke Tangkuban Perahu, namun kali ini pasti berbeda rasanya karena pergi bersama teman-teman peserta Studi Banding. Setelah menikmati pemandangan gunung berapi tersebut, kami menuju Indoor Theme Park terbesar se-Asia Tenggara, apalagi kalau bukan Trans Studio. Puas setengah hari menikmati suasana dan berbagai wahana menarik di dalamnya, ya.. walaupun kebanyakan saya lebih banyak berperan sebagai “tempat penitipan barang” bagi teman-teman yang antusias mencoba berbagai wahana ekstrim. Maklum.. nyali sedikit ciut.

Day #4 – Kamis, 22 Nov 2012
Hari ini bersiap untuk meninggalkan Bandung Lautan Api menuju kota metropolitan. Setelah meletakkan sebagian barang bawaan di penginapan Taman Mini, langsung bergerak menuju UI. Hari ini juga Psycho Six akan tampil di Psycho Camp, sebuah acara penggalangan dana untuk camping yang diadakan per tahun. Berbeda dari penampilan di Unpad, kali ini suasana lebih berkesan santai dan kekeluargaan. Puji Tuhan, Psycho Six dapat tampil baik menghibur teman-teman Psikologi UI. Mereka juga excited untuk bersama-sama bernyanyi lagu-lagu yang kami bawakan.

Day #5 – Jumat, 23 Nov 2012
Memasuki “Psycholib-nya UI”, beruntung mendapatkan buku Psikologi Musik dan beberapa hari yang lalu, copy-annya telah berada di tangan saya. Semoga dapat dimanfaatkan untuk seminar nantinya. Siang hari dalam keadaan lapar dan haus, duduk dan menikmati makanan minuman yang ada di “KanCil” (Kantin Cikologi) sebutan dari teman-teman Psikologi UI. Murah, meriah, nikmat dan segar. Pas di kantong, pas di perut, rasanya sangat berbeda dari kantin Psikologi USU baik harga maupun kuantitas. Acara penutupan di UI bagi saya kurang berkesan karena pada saat itu Depok diterpa hujan deras, sampai-sampai tim basket tidak dapat bertanding karena lapangan outdoor. Sebelum kembali ke penginapan, di tengah suasana gerimis, para peserta studi banding sebagian memencar ke Barel (tempat penjualan barang/souvenir serba UI) dan sebagian lagi ke Perpustakaan Umum UI. Saya sendiri berkesempatan untuk bertemu teman lama, Lanni, Artha dan Juli, yang sudah lama tidak bertemu sejak lulus SMA. Waktu yang cukup singkat melepas rindu.

Day #6 – Sabtu, 24 Nov 2012
Sejak tadi malam, saya menginap di tempat Tante dan seharian menikmati family quality time dan malamnya pulang ke penginapan Taman Mini bersama Holy dan Reppo yang sebelumnya sepakat untuk bertemu di suatu titik.  Sesampainya di penginapan, makan bersama seluruh peserta beserta pendamping studi banding. Setelah mengisi perut, packing pun dimulai dan berakhir setelah 1 jam. Tidak terlalu lama dibandingkan 2 orang teman sekamar saya yang lainnya, Mira dan Liandra, yang masih asik bongkar pasang barnag-barang bawaan mereka.

Day #7 – Minggu, 25 Nov 2012
It’s time to go home :)
“dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu. Kar’na separuh aku.. Psyche United !” (Noah-Separuh Aku)
Senandung dan lirik lagu inilah yang akan terus menjadi long term memory bagi saya.




Seminggu yang betul-betul berkesan dan tidak akan pernah terhilang dari ingatan seumur hidup. Semua perasaan ada dan campur aduk, bersatu membentuk suatu memori dari hal yang terkecil sekalipun. Bersyukur buat kesehatan, kesatuan hati panitia, para pendamping dan terutama seluruh peserta studi banding. Kesempatan dan rentetan pengalaman yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menjadi salah satu peserta kategori “paling tua” di dalam tim in menjadikan perjalanan seminggu in sebagai bentuk keterikatan batin yang kuat dengan semua peserta yang memang sebagian besar adalah junior di kampus.

Mendapatkan Reppo dan Artha sebagai teman tidur selama di Bandung, menikmati malam-malam istirahat dengan sesekali terdengar dengkuran lembut serta aroma yang sedikit kurang sedap. Yaa.. itulah sebuah perjalanan tim, banyak sekali hal-hal kecil yang tidak terpikirkan dapat terjadi.


Secara keseluruhan begitu menikmati setiap kegiatan, lokasi-lokasi yang didatangi, berkenalan dengan teman-teman baru seperjuangan di pulau seberang.
Bangga dan sukacita memiliki teman se-Tim seperti Holy, Reppo, Jere, dek Artha, dek Bibah. Kalian selalu di hati. Untuk tim suara sendiri, jujur awalnya merasa sedikit gugup untuk tampil di depan Dekan, Dosen baik dari USU maupun Unpad, membawa lagu-lagu daerah sebagai salah satu identitas Sumatera Utara di depan teman-teman Unpad dan UI yang jelas terlihat bahwa perform mereka pun tidak kalah menarik.
Meskipun beberapa peserta studi banding menurun kesehatannya, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya sudah pulih kembali. Mungkin karena kena hawa cetar membahananya Unpad dan UI kali yaa.. hahaha.

Bukan hanya rentetan pengalaman, berbagai pelajaran aku terima secara cuma-cuma, hal-hal baru “out of the box” dari yang selama ini dijumpai di kampus Psikologi USU.
Harapannya, Psikologi USU sebagai salah satu fakultas Psikologi unggulan di Indonesia, tetap dapat melaksanakan studi banding di masa-masa yang akand atang agar kita juga tetap dapat berbagi informasi tentang fakultas Psikologi lainnya diluar daerah.

Sabtu, 08 Desember 2012

Tugas Observasi SMK TRITECH ( Jl. Bhayangkari - Krakatau ) Medan

Nama observer  : Sarah Situmorang
NIM  : 09 - 078
Kelas yang diobservasi  : XI MM - 3 Reguler
Mata Pelajaran  : 3D
Nama Guru  : Weddy
Waktu Observasi : 11.45 WIB s/d 12.15 WIB
Durasi Observasi  : 30 menit
Jumlah siswa dalam kelas : 26 orang ( 17 laki-laki & 9 perempuan)
Media Pembelajaran yang digunakan Guru  :
Laptop (Program: Google Sketch Pro), TV LCD
Media Pembelajaran yang digunakan Siswa  : 
Laptop (Program: Google Sketch Pro), Alat tulis
Situasi fisik kelas :
- Benda-benda yg terdapat di dalam kelas : TV LCD, meja dan kursi guru, kursi bermeja (27 bh), white board, lampu neon 3 bh (1 bh tdk menyala), 2 bh AC (tdk berfungsi), kipas angin, jam dinding, kabel cabang arus listrik.
- Tata letak : meja dan kursi guru berada di depan para siswa.
- Penutup kelas berupa kaca yang tembus pandang.
Alat Observasi :
Kertas dan Pulpen


Panduan Observasi : Tabel 5.3 (Hal 186)
Deskripsi
Tahapan
Kondisi Kelas
Persiapan Belajar
Memperhartikan
Pada awal proses belajar dimulai, para siswa mendengarkan penjelasan dan arahan dari guru ttg hal yg akan dipelajari hari itu.
Harapan
Guru menunjukkan sketsa (denah interior rumah) yg harus dikerjakan dan memberitahukan hal-hal yg harus diperhatikan.
Pengambilan kembali informasi utk dibawa ke ingatan kerja
Ketika para siswa ditanyakan pelajaran sebelumnya, mereka dpt menjawab dgn baik.
Akuisisi dan kinerja
Persepsi selektif terhadap ciri stimulus
Setelah ditunjukkan sketsa, para siswa lgsg mempraktekkannya di laptop masing2 dan mengembangkan stimulus tsb.
Pengkodean semantik
Sambil mengerjakan sketsa, para siswa diingatkan kembali ttg pelajaran yg lalu sebagai dasar pengerjaan tugas tsb sambil bertanya kpd teman2 yg lain juga.
Pengambilan kembali dan respons
Berbagai macam bentuk sebagai simbol ruangan/benda/letak dikembangkan di dlm sketsa.
Penguatan
Sebagian siswa menunjukkan setengah dari hasil pekerjaan mereka kepada guru scr lgsg dan mengkonfirmasinya.
Transfer Belajar
Pengambilan Petunjuk
Para siswa dpt menempatkan simbol2 maupun bentuk2 baru yg dituang ke dalam sketsa.
Kemampuan Generalisasi
Terlihat bahwa para siswa dgn yakin menyatakan bahwa simbol2 baru tsb sgt membantu utk materi belajar selanjutnya.


Analisis Observasi Belajar: Tabel 5.2 (Hal 180)
Kategori Belajar
Penampilan
Informasi Verbal
Adanya komunikasi yg baik antara guru dan para siswa saat diberikan/ditampilkan sketsa yg harus dikerjakan di dalam kelas.
Keterampilan Intelektual
Sebagian besar siswa (meskipun ada bbrp yg tdk bawa laptop) mampu mengerti maksud dari pemberian sketsa tsb.
Strategi Kognitif
Secara perlahan, para siswa mulai mencontoh sketsa yg diberikan guru ke laptop mereka masing2, menempatkan simbol2 yg terdapat di dalamnya, dan ada jg yg memodifikasi sketsa sesuai dgn kreasi mereka.
Keterampilan Motorik
Tdk begitu terlihat tindakan fisik dari siswa karena sebagian besar hanya duduk berfokus kepada laptop masing2 sambil sesekali bertanya kepada teman2 samping/depan/belakang.
Sikap
Bagi siswa yg membawa laptop, terlihat serius dgn laptopnya, terus mencoba berkesperimen terhadap sketsa mereka. Namun bagi mereka yg tdk, hanya duduk sambil bercerita dan sesekali mengganggu teman sebelah mereka. Tidak jarang juga ada yg memanggil gurunya berkali-kali padahal tdk ada hal yg ingin ditanyakan.


..Merupakan pengalaman yg menarik dapat melakukan observasi di SMK Tritech ini. Begitu sampai di tempat, terlihat dari bangunannya saja sedang dalam masa pembangunan, yaa..pastinya pemilik sekolah memiliki pandangan dan ekspektasi yg besar thdp sekolah tsb utk masa yg akan datang.
Sekolah bertaraf internasional dimana teknologi sangat diperhatikan dalam proses belajar. Mulai dari penggunaan laptop secara wajib, tidak lg menggunakan in focus namun lgsg memakai TV LCD yg disambungkan ke laptop Guru.

Berkunjung ke SMK ini juga menambah informasi yg bisa saya bagikan kepada Ayah yg kebetulan adalah seorang staff pengajar di salah satu SMK Penerbangan di Medan :) Kondisi kelas, interaksi guru dan murid, sistem pembelajaran yg sangat berbasis teknologi, semuanya menjadi masukan positif.

Intinya, observasi ini sangat berkesan dan menarik apalagi dilakukan bersama teman-teman yg lain dengan berbagai cerita dan kesan mereka masing-masing.
Beramai-ramai begini, jadi teringat Studi Banding nih..
huuuaaaa :D

Rabu, 14 November 2012

Tugas Individu - Pembahasan melalui Teori Gagne, Piaget dan Bandura

Pertanyaan:
Mengapa mahasiswa Psikologi USU yang mengambil mata kuliah psikologi belajar TA 2012/2013 semester ganjil sebagian besar tidak memberikan tanggapan di grup sehubungan dengan rencana melakukan observasi di lapangan?

Teori Gagne
Sebuah pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan yang adalah hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Ada interaksi antara kondisi-kondisi internal dan eksternal dalam diri individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu, sedangkan kondisi eksternal yaitu rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu :
(1) motivasi (2) pemahaman (3) pemerolehan (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.
Dari kondisi internal siswa kurangnya motivasi serta pemahaman informasi tentang hal yang disampaikan mengakibatkan mahasiswa menjadi ragu-ragu memberikan komentar. Mungkin ditambah lagi karena tanggal postingan adalah saat UTS berlangsung, sebagian mahasiswa tidak membuka facebook (grup). Berdasarkan kondisi eksternalnya, dapat dikarenakan kurangnya peralatan untuk akses internet, seperti paket gadget habis, modem mengulah (seperti saat saya posting tugas ini contohnya) sehingga ada beberapa teman yang tidak tahu adanya postingan tersebut. 

Teori Piaget
1. Tahap sensori motor (0-2 tahun)
Merupakan gerakan-gerakan sebagai akibat reaksi langsung dari rangsangan.
2. Tahap pra operasi (2-7 tahun)
Terbagi atas dua yaitu pemikiran prakonseptual (sekitar usia 2-4 tahun) dan periode pemikiran intuitif (sekitar usia 4-7 tahun). 
3. Tahap operasi konkrit (7-11 tahun)
Umumnya anak sudah berada di Sekolah Dasar, sehingga semistanya guru sudah mengetahui benar kondisi anak pada tahap ini.     
4. Tahap operasi formal (usia 11 keatas)
Disebut juga periode operasi hipotetik-deduktif yang merupakan tahap  tertinggi dari perkembangan intelektual. 
Mahasiswa telah berada di tahap operasi formal dimana mereka telah mampu berpikir secara abstrak, meskipun informasi yang diberikan oleh dosen terbilang baru sehingga mahasiswa tidak melakukan komentar karena mereka sudah paham apa yang akan dilaksanakan. Ketidakpastian  jadwal keberangkatan dan kecocokan jadwal ini dianggap sebagai resiko yang memang harus mereka terima ketika mereka ingin belajar dan menyelesaikan tugas. Mahasiswa sudah sering menyesuaikan informasi yang baru tersebut terhadap kehidupannya sehari-hari sehingga menurut mahasiswa tidak jadi masalah. Penyampaian sistematika pelaporan tugas yang akan disampaikan di kelas menurut mahasiswa itu akan diberikan oleh dosen sehingga tidak perlu dikomentari. "like" yang diberikan beberapa mahasiswa menandakan mereka setuju tentang keputusan apapun juga sehingga mereka merasa tidak perlu berkomentar.

Teori Bandura
Asumsi dasar teori kognitif Bandura yaitu :
1) Proses Belajar membutuhkan pemrosesan kognitif dan keterampilan pengambilan keputusan dari pemelajar.
2) Belajar adalah relasi dari lingkungan, personal dan perilaku.
3) Belajar membuahkan akuisisi kode verbal dan visual dari perilaku yang akan atau tidak dilakukan.

Mahasiswa terlihat belum dapat menggunakan kognitif dan konseptual mereka secara maksimal karena tidak memberikan respon yang akan sangat mempengaruhi keputusan penentuan jadwal keberangkatan. Keterampilan dalam hal pengaturan waktu jadwal kuliah dan rencana pelaksanaan tugas juga tidak terlihat. Lingkungan yang mempengaruhinya adalah ketika mahasiswa lain melihat bahwa antusiasme teman-teman lainnya untuk berkomentar sangat minim, sehingga muncul proses modelling untuk tidak berkomentar juga tentang topik tersebut.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Tugas MID Kelompok

Kelompok :

Rencana Simulasi Belajar ( Vygotsky )

Alat dan Bahan  :
Kertas HVS yang tdd beberapa lembar dan dibuat berbentuk buku
- Alat tulis, berupa pensil, pulen berwarna, spidol
- Penggaris 60cm
- White Board

Cara Permainan  :
1. Setiap anak menentukan perannya masing-masing, yaitu sebagai guru atau murid.
2. Peran guru diperankan oleh 2 anak dan sisanya berperan sebagai murid.
3. Menentukan apa yang menjadi tugas pada masing-masing peran yang dipilih.
4. Mengatur tempat untuk bermain, misalnya posisi tempat duduk, posisi white board.
5. Memulai permainan sesuai dengan perannya masing-masing.

Tujuan  :
-       Anak  mampu mengambil peran yang jelas dimana peran yang dipilih oleh anak harus dapat diperagakan sesuai dengan tuntutan peran, misalnya sebagai murid, ia harus mendengarkan arahan dan perintah dari guru.
    Penerimaan terhadap perbedaan individu dimana ada penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Memberi peluang bagi anak dari berbagai latar belakang dan kondisi serta melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain. Pengembangan keterampilan sosial dimana mengajarkan kepada anak keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh anak sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.

  Pembahasan  :
          Vygotsky yakin bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain, meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari. Tanpa bantuan orang lain,  anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal.
             Pada satu sisi, Piaget menjelaskan proses perkembangan kognitif sejalan dengan kemajuan anak-anak, dan dia menggambarkan bahwa  anak-anak mampu melakukan sesuatu sendiri. Pada sisi lain, Vygotsky mencari pengertian bagaimana anak-anak berkembang dengan melalui proses belajar, dimana fungsi-fungsi kognitif belum matang, namun masih dalam proses pematangan.
              Vygotsky membedakan antara Actual Development dan Potensial Development pada anak. Actual Development ditentukan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa atau guru.Sedangkan Potensial Development membedakan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu, memecahkan masalah di bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya.
           Menurut  Vygotsky, Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara Actual Development dan Potensial Development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Inti dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial yang akan dapat memudahkan perkembangan anak. Permainan imajiner adalah sumber utama dari perkembangan aktivitas simbolik. Anak memberi makna baru pada mainan dan objek lain dan memandang dirinya sendiri mengambil peran baru yang beragam, dimana anak harus: (a) mengambil peran yang jelas, dan (b) mengubah property benda dengan cara yang jelas. Seperti pada permainan peran diatas, anak yang berperan sebagai guru akan menggunakan spidol dan menuliskan sesuatu di white board kemudian berbicara seolah-olah ia seorang guru yang sedang mengajar didepan kelas. Proses akuisisi internal atas peran lambing atau symbol tidak terjadi secara otomatis. Sebaliknya, transisi dari bidang social eksternal ke bidang psikologis internal merupakan transisi dimana anak mulai melakukan bentuk perilaku yang sama yang oleh orang lain sebelumnya telah dilakukan. Dengan kata lain jalur dasar dalam penguasaan individu atas perilakunya adalah imitasi atau peniruan. Namun, ini bukan mekanika transfer sederhana dari satu orang ke orang lain. Sebaliknya, imitasi membutuhkan “pemahaman tertentu atas signifikansi dari tindakan orang lain”. Misalnya, jika individu tidak tahu apa pun mengenai belajar mengajar disekolah, ia tidak dapat berperan sebagai murid meski temannya sedang berperan sebagai guru yang sedang mengajar muridnya.

Selasa, 23 Oktober 2012

Tugas Individu : Review Jurnal Teori Kognitif


Judul penelitian  :
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 PANGKALAN KERINCI, RIAU

Instansi  :
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro

Penulis  :
Amelia Pramitasari, Yeniar Indriana, Jati Ariati

Abstrak  :
Salah satu metode pembelajaran yang kemungkinan dapat meningkatkan motivasi belajar adalah metode pembelajaran kontekstual. Penerapan metode pembelajaran kontekstual ini pada pelajaran Biologi akan dinilai oleh siswa baik secara kognitif maupun afektif. Persepsi siswa terhadap metode pembelajaran kontekstual akan mempengaruhi perilaku belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan Kerinci berjumlah 153 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap metode pembelajaran kontekstual dengan motivasi belajar Biologi.

Keywords  :
persepsi, pembelajaran kontekstual, motivasi belajar Biologi, siswa kelas XI IPA.

Latar belakang penelitian  :
Di Indonesia, pembelajaran kontekstual merupakan salah satu strategi pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Metode pembelajaran kontekstual yang diterapkan dalam pelajaran Biologi nantinya akan dipersepsikan oleh siswa kelas XI IPA. Siswa akan mempersepsi metode pembelajaran kontekstual secara afeksi dan kognisi. Persepsi siswa secara kognisi yaitu berkaitan dengan bagaimana pandangan siswa terhadap metode pembelajaran kontekstual yang diterapkan pada pelajaran Biologi. Persepsi siswa secara afektif adalah bagaimana penilaian siswa terhadap pembelajaran kontekstual pada pelajaran Biologi yang terkait dengan perasaan dan emosinya.

Metode penelitian  :
Penelitian ini dikenakan pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan kerinci. Jumlah subyek penelitian 153 siswa yang terdiri dari 5 kelas dengan rincian: XI IPA 1 sebanyak 29 siswa , XI IPA 2 sebanyak 30 siswa, XI IPA 3 sebanyak 32 siswa, XI IPA 4 sebanyak 30 siswa dan XI IPA 5 sebanyak 32 siswa. Total sampel yang digunakan untuk penelitian ini tiga kelas dan dua kelas digunakan untuk ujicoba. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode self-report dengan menggunakan alat ukur skala sikap model Likert dengan empat pilihan jawaban.

Hasil penelitian  :
Hasil dari penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variable persepsi terhadap pembelajaran kontekstual dengan motivasi belajar Biologi. Persepsi terhadap pembelajaran kontekstual memberi sumbangan efektif sebesar 64,7% terhadap motivasi belajar Biologi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan Kerinci. 

Kesimpulan  :
Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap pembelajaran kontekstual dengan motivasi belajar Biologi, yang berarti bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap pembelajaran kontekstual dengan motivasi belajar Biologi diterima. Semakin positif persepsi terhadap pembelajaran kontekstual maka semakin tinggi motivasi belajar Biologi siswa kelas XI IPA dan sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap pembelajaran kontekstual maka semakin rendah motivasi belajar Biologi siswa kelas XI IPA.

*klik Jurnal disini


Rabu, 10 Oktober 2012

Psikologi Belajar hari ini :)

betapa menyenangkannya Belajar hari ini..
menciptakan suatu produk hanya dalam waktu 30 menit saja dari stimulus yang diberikan dan dikembangkan melalui Teori Belajar Skinner.

and.. this is it.. Poster Seminar Pendidikan ala Sarah 09-078 .



dan ternyata saya menjadi 6 terbaik di kelas. horeeeeeeeeeeeeee..
terimakasih Bu Dina untuk rewardnya :) enggak piano juga cace senang kok. hehehe