Senin, 25 Februari 2013

Apa itu Pedagogi? Guruku bagaimana ya? (tugas pert.1)

PEDAGOGI merupakan seni atau ilmu dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi atau gaya pembelajaran.
Pedagogi juga merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh para peserta didik dan guru. Kata yang berhubungan dengan Pedagogi yaitu pendidikan, sekarang digunakan untuk merujuk pada keseluruhan konteks pembelajaran, belajar dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.

Berikut ini saya berikan analisis tentang  guru beberapa mata pelajaran saat saya duduk di bangku kelas 6 SD berdasarkan karakteristik pribadi guru yang terdapat pada halaman 12 (buku Pedagogi, Andragogi dan Heutatogi) :

No.
Karakter Pribadi Guru
Analisis Guru
1
Kesatria
Mengakui kesalahan ketika memang melakukannya.
Satu hari, ibu guru matematika memberikan pekerjaan rumah sesuai dgn rumus yg diberikan 10 menit sebelum pelajaran berakhir. Keesokan paginya diketahui bahwa tidak ada seorang pun murid yg dapat menyelesaikannya. Setelah dibahas kembali, ternyata ibu guru memberikan rumus yg salah (ada bagian yg tidak dituliskan) dan ia mengakuinya kemudian menjelaskannya hari itu juga.
2
Jujur
Memberitahu siswa tentang kebenaran dan menjelaskan tindakan dgn alasan situasi.
Bagian ini berhubungan dgn guru biologi yg pada saat praktikum dilaksanakan selalu menjelaskan kaitan teori dgn proses dan hasil praktikum tsb.
3
Disiplin
Menunjukkan kontrol diri dan dapat diandalkan utk melakukan hal yg benar dalam setiap situasi.
Teringat dgn sosok guru perempuan, postur tubuhnya yg gemuk, berkacamata dan senantiasa menggenggam penggaris kayu panjang di tangan. Siap utk memberikan hukuman dgn memukul telapak tangan bagi murid yg terlambat ke sekolah. Pada akhirnya saya menyadari, hal itu bukan dipandang dari rasa sakit yg dialami dari pukulan tsb, melainkan pembelajaran disiplin waktu yg ada di dalamnya.
4
Penyayang
Menunjukkan diri benar-benar peduli dgn siswa secara pribadi dan profesional.
Saya merasakan kenyamanan baik di dalam kelas maupun diluar kelas dgn ibu guru matematika. Perkataannya yg lemah lembut, dan sikap ramahnya selalu membuat murid senang berada di dekatnya.
5
Integritas
Selalu melakukan apa yg dikatakan apapun konsekuensinya.
Guru yg saya kenal saat itu, memberikan pelajaran dgn sebaik mungkin, meskipun nantinya tidak semua murid dapat langsung memahami sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap beberapa murid tsb.
6
Atusias
Tampil bersemangat dan percaya pada apa yg diajarkan benar-benar bermanfaat utk kehidupan.
Bapak guru kesenian (menggambar) adalah sosok guru yg menyenangkan, penuh canda dan menjadikan mata pelajarannya sebagai mood booster pada hari itu. Bukan sembarang menggambar, hasil karyanya selalu berhubungan dgn situasi lingkungan sekitar yg di dalamnya pasti mengandung makna kehidupan.
7
Motif bagus
Menjadikan siswa selalu pada prioritas nomor satu.
Guru agama yg menomorsatukan nilai moral, baik memperhatikan perkataan dan tingkah laku murid-muridnya satu persatu. Apabila ada teman yg suka bertengkar, berkata kasar maka mereka langsung dipanggil menghadap ke kantor guru utk diberi pengertian.
8
Komitmen
Menunjukkan semangat utk menyampaikan materi secara tuntas.
Terlihat bahwa guru-guru saya di sekolah menyampaikan pelajaran dgn baik, jelas dan tuntas. Tidak terlihat adanya kejenuhan sampai semua murid mengerti dan memahami.

Rabu, 19 Desember 2012

Tugas Individu Psi.Belajar "Penyempurnaan UAS"


Studi Banding Fakultas Psikologi USU (19 - 26 November 2012)


Glitter Text @ Glitterfy.com
WE ARE ONE, YES !
* prok prok prok *

 
Sebuah perjalanan yang luar biasa telah menggores sejarah dalam kehidupan saya..
Berikut cuplikan pengalaman yang saya rasakan selama 7 hari ini dan beberapa momment yang diabadikan dalam bentuk foto.

And the story’s begin..

Day #1 – Senin, 19 Nov 2012
Matahari belum terbit, wajah-wajah segar para peserta studi banding sudah tampak berkumpul di depan Dunkin Donuts Polonia. Siap dengan jaket ungu berlukiskan logo studi banding di bagian belakang dan lambang psikologi USU di bagian depan. Setelah beberapa menit menunggu para peserta yang belum hadir, telah tiba waktunya untuk masuk dan check in serta memasuki waiting room yang begitu nyaman (terima kasih untuk panitia atas fasilitasnya) sehingga jadwal keberangkatan yang tertunda pun tidak terasa. Waktunya boarding dan seluruh peserta masuk ke dalam pesawat berlogo hijau itu. Bagi saya pribadi, baru kali ini terbang dengan maskapai penerbangan yang berbeda dari biasanya. Deg-deg-an? Takut? Merasa aneh? Semuanya itu seketika sirna ketika menyadari bahwa saya sedang berada dalam satu pesawat yang sama dengan Tim Studi Banding Fakultas Psikologi USU . wow !

Day #2 – Selasa, 20 Nov 2012
Hari kedua dari rangkaian kegiatan di Unpad dimana Psycho Six, sebuatan untuk tim suara yang kami buat sendiri, tampil membawakan medley lagu-lagu daerah Sumatera Utara. Latihan yang sudah dilaksanakan beberapa bulan, membuahkan hasil yang luar biasa. Puji Tuhan.. Psycho Six berhasil meng-entertain teman-teman Unpad dan mengenalkan salah satu budaya yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Meskipun beberapa menit sebelum tampil, ternyata ”soulmate si Cace”, istilah dari teman-teman yang lain, belum tersedia. Keyboard akhirnya bisa didapatkan dan siap beraksi.
Jika dihubungkan dengan Teori Albert Bandura dalam salah satu Sumber Keyakinan Kecapakan yaitu Persuasi Verbal. Seseorang cenderung menginterpretasikan ketegangan sebagai indikator dari kerawanan untuk menghasilkan kinerja buruk. Berada dalam ketegangan saat mengetahui bahwa belum tersedianya keyboard, menyebabkan saya langsung membayangkan kemungkinan terburuk dimana kami akan membawakan lagu-lagu tersebut tanpa iringan musik (mungkin hanya diiringi biola saja). Namun tendensi ketegangan tersebut dapat direduksi ketika teman-teman Unpad mengatakan bahwa keyboard sebenarnya telah disediakan, hanya tinggal diambil dari tempatnya saja.

Day #3 – Rabu, 21 Nov 2012
Yes ! Waktunya senang – senang…….
Dengan berbekal sarapan sehelai roti selai stroberi dan secangkir teh manis panas, siap berangkat menuju Tangkuban Perahu dan Trans Studio. Meskipun telah beberapa kali berkunjung ke Tangkuban Perahu, namun kali ini pasti berbeda rasanya karena pergi bersama teman-teman peserta Studi Banding. Setelah menikmati pemandangan gunung berapi tersebut, kami menuju Indoor Theme Park terbesar se-Asia Tenggara, apalagi kalau bukan Trans Studio. Puas setengah hari menikmati suasana dan berbagai wahana menarik di dalamnya, ya.. walaupun kebanyakan saya lebih banyak berperan sebagai “tempat penitipan barang” bagi teman-teman yang antusias mencoba berbagai wahana ekstrim. Maklum.. nyali sedikit ciut.
Jika dilihat berdasarkan Teori Skinner dalam salah satu dari faktor yang memengaruhi kontingensi penguatan yaitu sejarah di masa lalu, nyali saya seketika ciut ketika mendengar beberapa pengalaman dari teman-teman studi banding yang lain yang sudah pernah mencoba wahana-wahana esktrim. Pusing, muntah, jantung rasanya mau copot, rasanya tidak bernafas selama menikmati wahana tersebut. Tentu saja saya tidak berani untuk mendapatkan sensasi yang seperti itu.

Day #4 – Kamis, 22 Nov 2012
Hari ini bersiap untuk meninggalkan Bandung Lautan Api menuju kota metropolitan. Setelah meletakkan sebagian barang bawaan di penginapan Taman Mini, langsung bergerak menuju UI. Hari ini juga Psycho Six akan tampil di Psycho Camp, sebuah acara penggalangan dana untuk camping yang diadakan per tahun. Berbeda dari penampilan di Unpad, kali ini suasana lebih berkesan santai dan kekeluargaan. Puji Tuhan, Psycho Six dapat tampil baik menghibur teman-teman Psikologi UI. Mereka juga excited untuk bersama-sama bernyanyi lagu-lagu yang kami bawakan.

Day #5 – Jumat, 23 Nov 2012
Memasuki “Psycholib-nya UI”, beruntung mendapatkan buku Psikologi Musik dan beberapa hari yang lalu, copy-annya telah berada di tangan saya. Semoga dapat dimanfaatkan untuk seminar nantinya. Jika dihubungkan dengan salah satu tinjauan atas lima variasi belajar dari Robert Gagne yaitu sikap, saya mengambil tindakan positif terhadap objek yang dapat menunjang suatu peristiwa dimasa yang akan datang. Mengambil sikap untuk memilih salah satu buku di Perpustakaan tersebut, meminta bapak penjaga perpustakaan untuk meng-copy  buku tersebut dan dikirimkan ke alamat yang telah saya berikan.
Siang hari dalam keadaan lapar dan haus, duduk dan menikmati makanan minuman yang ada di “KanCil” (Kantin Cikologi) sebutan dari teman-teman Psikologi UI. Murah, meriah, nikmat dan segar. Pas di kantong, pas di perut, rasanya sangat berbeda dari kantin Psikologi USU baik harga maupun kuantitas. Acara penutupan di UI bagi saya kurang berkesan karena pada saat itu Depok diterpa hujan deras, sampai-sampai tim basket tidak dapat bertanding karena lapangan outdoor. Sebelum kembali ke penginapan, di tengah suasana gerimis, para peserta studi banding sebagian memencar ke Barel (tempat penjualan barang/souvenir serba UI) dan sebagian lagi ke Perpustakaan Umum UI. Saya sendiri berkesempatan untuk bertemu teman lama, Lanni, Artha dan Juli, yang sudah lama tidak bertemu sejak lulus SMA. Waktu yang cukup singkat melepas rindu.

Day #6 – Sabtu, 24 Nov 2012
Sejak tadi malam, saya menginap di tempat Tante dan seharian menikmati family quality time dan malamnya pulang ke penginapan Taman Mini bersama Holy dan Reppo yang sebelumnya sepakat untuk bertemu di suatu titik. Sesampainya di penginapan, makan bersama seluruh peserta beserta pendamping studi banding. Setelah mengisi perut, packing pun dimulai dan berakhir setelah 1 jam. Tidak terlalu lama dibandingkan 2 orang teman sekamar saya yang lainnya, Mira dan Liandra, yang masih asik bongkar pasang barang-barang bawaan mereka.

Day #7 – Minggu, 25 Nov 2012
It’s time to go home :)
“dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu. Kar’na separuh aku.. Psyche United !” (Noah-Separuh Aku)
Senandung dan lirik lagu inilah yang akan terus menjadi long term memory bagi saya.



Seminggu yang betul-betul berkesan dan tidak akan pernah terhilang dari ingatan seumur hidup. Semua perasaan ada dan campur aduk, bersatu membentuk suatu memori dari hal yang terkecil sekalipun. Bersyukur buat kesehatan, kesatuan hati panitia, para pendamping dan terutama seluruh peserta studi banding. Kesempatan dan rentetan pengalaman yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menjadi salah satu peserta kategori “paling tua” di dalam tim in menjadikan perjalanan seminggu in sebagai bentuk keterikatan batin yang kuat dengan semua peserta yang memang sebagian besar adalah junior di kampus.

Secara keseluruhan begitu menikmati setiap kegiatan, lokasi-lokasi yang didatangi, berkenalan dengan teman-teman baru seperjuangan di pulau seberang.
Bangga dan sukacita memiliki teman se-Tim seperti Holy, Reppo, Jere, dek Artha, dek Bibah. Kalian selalu di hati. Untuk tim suara sendiri, jujur awalnya merasa sedikit gugup untuk tampil di depan Dekan, Dosen baik dari USU maupun Unpad, membawa lagu-lagu daerah sebagai salah satu identitas Sumatera Utara di depan teman-teman Unpad dan UI yang jelas terlihat bahwa perform mereka pun tidak kalah menarik.

Meskipun beberapa peserta studi banding menurun kesehatannya, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya sudah pulih kembali. Mungkin karena kena hawa cetar membahananya Unpad dan UI kali yaa.. hahaha.
Bukan hanya rentetan pengalaman, berbagai pelajaran aku terima secara cuma-cuma, hal-hal baru “out of the box” dari yang selama ini dijumpai di kampus Psikologi USU.
Harapannya, Psikologi USU sebagai salah satu fakultas Psikologi unggulan di Indonesia, tetap dapat melaksanakan studi banding di masa-masa yang akand atang agar kita juga tetap dapat berbagi informasi tentang fakultas Psikologi lainnya diluar daerah.

SATUKAN HATI UNTUK PSIKOLOGI USU !

Tugas Akhir Semester Psikologi Belajar

Studi Banding Fakultas Psikologi USU (19 - 26 November 2012)


Glitter Text @ Glitterfy.com
WE ARE ONE, YES !
* prok prok prok *

 



Sebuah perjalanan yang luar biasa telah menggores sejarah dalam kehidupan saya..
Berikut cuplikan pengalaman yang saya rasakan selama 7 hari ini dan beberapa momment yang diabadikan dalam bentuk foto.

And the story’s begin..

Day #1 – Senin, 19 Nov 2012
Matahari belum terbit, wajah-wajah segar para peserta studi banding sudah tampak berkumpul di depan Dunkin Donuts Polonia. Siap dengan jaket ungu berlukiskan logo studi banding di bagian belakang dan lambang psikologi USU di bagian depan. Setelah beberapa menit menunggu para peserta yang belum hadir, telah tiba waktunya untuk masuk dan check in serta memasuki waiting room yang begitu nyaman (terima kasih untuk panitia atas fasilitasnya) sehingga jadwal keberangkatan yang tertunda pun tidak terasa. Waktunya boarding dan seluruh peserta masuk ke dalam pesawat berlogo hijau itu. Bagi saya pribadi, baru kali ini terbang dengan maskapai penerbangan yang berbeda dari biasanya. Deg-deg-an? Takut? Merasa aneh? Semuanya itu seketika sirna ketika menyadari bahwa saya sedang berada dalam satu pesawat yang sama dengan Tim Studi Banding Fakultas Psikologi USU . wow !

Day #2 – Selasa, 20 Nov 2012
Hari kedua dari rangkaian kegiatan di Unpad dimana Psycho Six, sebuatan untuk tim suara yang kami buat sendiri, tampil membawakan medley lagu-lagu daerah Sumatera Utara. Latihan yang sudah dilaksanakan beberapa bulan, membuahkan hasil yang luar biasa. Puji Tuhan.. Psycho Six berhasil meng-entertain teman-teman Unpad dan mengenalkan salah satu budaya yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Meskipun beberapa menit sebelum tampil, ternyata ”soulmate si Cace”, istilah dari teman-teman yang lain, belum tersedia. Keyboard akhirnya bisa didapatkan dan siap beraksi.


Day #3 – Rabu, 21 Nov 2012
Yes ! Waktunya senang – senang…….
Dengan berbekal sarapan sehelai roti selai stroberi dan secangkir teh manis panas, siap berangkat menuju Tangkuban Perahu dan Trans Studio. Meskipun telah beberapa kali berkunjung ke Tangkuban Perahu, namun kali ini pasti berbeda rasanya karena pergi bersama teman-teman peserta Studi Banding. Setelah menikmati pemandangan gunung berapi tersebut, kami menuju Indoor Theme Park terbesar se-Asia Tenggara, apalagi kalau bukan Trans Studio. Puas setengah hari menikmati suasana dan berbagai wahana menarik di dalamnya, ya.. walaupun kebanyakan saya lebih banyak berperan sebagai “tempat penitipan barang” bagi teman-teman yang antusias mencoba berbagai wahana ekstrim. Maklum.. nyali sedikit ciut.

Day #4 – Kamis, 22 Nov 2012
Hari ini bersiap untuk meninggalkan Bandung Lautan Api menuju kota metropolitan. Setelah meletakkan sebagian barang bawaan di penginapan Taman Mini, langsung bergerak menuju UI. Hari ini juga Psycho Six akan tampil di Psycho Camp, sebuah acara penggalangan dana untuk camping yang diadakan per tahun. Berbeda dari penampilan di Unpad, kali ini suasana lebih berkesan santai dan kekeluargaan. Puji Tuhan, Psycho Six dapat tampil baik menghibur teman-teman Psikologi UI. Mereka juga excited untuk bersama-sama bernyanyi lagu-lagu yang kami bawakan.

Day #5 – Jumat, 23 Nov 2012
Memasuki “Psycholib-nya UI”, beruntung mendapatkan buku Psikologi Musik dan beberapa hari yang lalu, copy-annya telah berada di tangan saya. Semoga dapat dimanfaatkan untuk seminar nantinya. Siang hari dalam keadaan lapar dan haus, duduk dan menikmati makanan minuman yang ada di “KanCil” (Kantin Cikologi) sebutan dari teman-teman Psikologi UI. Murah, meriah, nikmat dan segar. Pas di kantong, pas di perut, rasanya sangat berbeda dari kantin Psikologi USU baik harga maupun kuantitas. Acara penutupan di UI bagi saya kurang berkesan karena pada saat itu Depok diterpa hujan deras, sampai-sampai tim basket tidak dapat bertanding karena lapangan outdoor. Sebelum kembali ke penginapan, di tengah suasana gerimis, para peserta studi banding sebagian memencar ke Barel (tempat penjualan barang/souvenir serba UI) dan sebagian lagi ke Perpustakaan Umum UI. Saya sendiri berkesempatan untuk bertemu teman lama, Lanni, Artha dan Juli, yang sudah lama tidak bertemu sejak lulus SMA. Waktu yang cukup singkat melepas rindu.

Day #6 – Sabtu, 24 Nov 2012
Sejak tadi malam, saya menginap di tempat Tante dan seharian menikmati family quality time dan malamnya pulang ke penginapan Taman Mini bersama Holy dan Reppo yang sebelumnya sepakat untuk bertemu di suatu titik.  Sesampainya di penginapan, makan bersama seluruh peserta beserta pendamping studi banding. Setelah mengisi perut, packing pun dimulai dan berakhir setelah 1 jam. Tidak terlalu lama dibandingkan 2 orang teman sekamar saya yang lainnya, Mira dan Liandra, yang masih asik bongkar pasang barnag-barang bawaan mereka.

Day #7 – Minggu, 25 Nov 2012
It’s time to go home :)
“dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu. Kar’na separuh aku.. Psyche United !” (Noah-Separuh Aku)
Senandung dan lirik lagu inilah yang akan terus menjadi long term memory bagi saya.




Seminggu yang betul-betul berkesan dan tidak akan pernah terhilang dari ingatan seumur hidup. Semua perasaan ada dan campur aduk, bersatu membentuk suatu memori dari hal yang terkecil sekalipun. Bersyukur buat kesehatan, kesatuan hati panitia, para pendamping dan terutama seluruh peserta studi banding. Kesempatan dan rentetan pengalaman yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menjadi salah satu peserta kategori “paling tua” di dalam tim in menjadikan perjalanan seminggu in sebagai bentuk keterikatan batin yang kuat dengan semua peserta yang memang sebagian besar adalah junior di kampus.

Mendapatkan Reppo dan Artha sebagai teman tidur selama di Bandung, menikmati malam-malam istirahat dengan sesekali terdengar dengkuran lembut serta aroma yang sedikit kurang sedap. Yaa.. itulah sebuah perjalanan tim, banyak sekali hal-hal kecil yang tidak terpikirkan dapat terjadi.


Secara keseluruhan begitu menikmati setiap kegiatan, lokasi-lokasi yang didatangi, berkenalan dengan teman-teman baru seperjuangan di pulau seberang.
Bangga dan sukacita memiliki teman se-Tim seperti Holy, Reppo, Jere, dek Artha, dek Bibah. Kalian selalu di hati. Untuk tim suara sendiri, jujur awalnya merasa sedikit gugup untuk tampil di depan Dekan, Dosen baik dari USU maupun Unpad, membawa lagu-lagu daerah sebagai salah satu identitas Sumatera Utara di depan teman-teman Unpad dan UI yang jelas terlihat bahwa perform mereka pun tidak kalah menarik.
Meskipun beberapa peserta studi banding menurun kesehatannya, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya sudah pulih kembali. Mungkin karena kena hawa cetar membahananya Unpad dan UI kali yaa.. hahaha.

Bukan hanya rentetan pengalaman, berbagai pelajaran aku terima secara cuma-cuma, hal-hal baru “out of the box” dari yang selama ini dijumpai di kampus Psikologi USU.
Harapannya, Psikologi USU sebagai salah satu fakultas Psikologi unggulan di Indonesia, tetap dapat melaksanakan studi banding di masa-masa yang akand atang agar kita juga tetap dapat berbagi informasi tentang fakultas Psikologi lainnya diluar daerah.